Selasa, 07 Juni 2011

Roh Kudus Memimpin kepada Kebenaran

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -
Menjelang Pentakosta
Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 16:13
Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dinyatakan sebagai “benar” oleh Allah. Sejak saat itu, Roh Kudus terus menuntun kita dalam suatu proses pengudusan sehingga kita bisa semakin mengenal Allah dan menikmati firman-Nya.
Kemarin kita telah merenungkan peran Roh Kudus yang menginsafkan dunia akan dosa. Dalam bacaan hari ini, Roh Kudus disebut juga Roh Kebenaran yang menuntun ke dalam seluruh kebenaran. Apakah kebenaran itu? Menurut pemahaman umum, seseorang disebut “benar” bila kelakuannya tidak bercela secara hukum atau moral. Akan tetapi, hukum dan standar Allah berbeda. Alkitab menyatakan bahwa semua manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan tidak seorang pun yang dibenarkan Allah karena melakukan hukum Taurat. Sesuatu yang tragis dan memilukan! Manusia (ciptaan Allah) berpisah dengan Allah (Sang Pencipta) merupakan tragedi terbesar yang tiada taranya sepanjang zaman. Namun, kita bersyukur bahwa Roh Kudus akan menuntun kita kepada Allah dan seluruh kebenaran-Nya. Roh Kudus berkarya sesuai dengan kebenaran firman Allah.  Tidak pernah dan tidak akan pernah ada suatu tindakan atau tuntunan Roh Kudus yang bertentangan dengan firman Allah. Allah Tritunggal berkarya dalam suatu kesatuan untuk kebaikan dan keselamatan manusia.
Saat kita dipimpin Roh Kudus, firman Allah akan semakin berarti. Hidup kita diterangi dan kita lebih mengerti firman Allah dan menaati kehendak Allah. Kita dibebaskan dari ikatan kuasa dosa dan ketidakmengertian. Kebenaran ini tersedia dan terbuka bagi siapa pun yang mau menerima anugerah penebusan di dalam Kristus. Hidupnya akan dituntun ke dalam seluruh kebenaran.  [LM]
Roma 3:23-24
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

Minggu, 27 Maret 2011

BERKAT MELIMPAH BAGI YANG SUKA MEMBERI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Maret 2011 -

Baca:  2 Korintus 9:6-15

"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."  2 Korintus 9:8

Jika Alkitab menyatakan prinsip tentang memberi dan menerima, menabur dan juga menuai, hal ini menunjukkan bahwa berkat yang disediakan Tuhan bagi orang yang suka memberi adalah sesuatu yang pasti dan pasti digenapiNya.  Bahkan dalam hal persepuluhan saja Tuhan menantang kita untuk mengujiNya.  Tuhan berkata,  "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."  (Maleakhi 3:10).  Artinya apabila kita mempersembahkan persepuluhan kepada Tuhan dengan motif yang benar, kita pasti diberi kelimpahan.  Banyak orang ingin menikmati hidup berkelimpahan dan diberkati, tapi dia tidak mau menerapkan pola hidup suka memberi seperti yang Tuhan kehendaki.  Banyak juga orang Kristen yang mencoba untuk memberi, namun mengapa belum juga menampakkan hasil seperti yang diharapkan?  Mengapa mereka seolah-olah tidak menuai sesudah menabur?

     Berkat Tuhan mengalir sesuai dengan kemampuan kita untuk menerimanya.  Satu-satunya yang menghambat berkat adalah ketidaksiapan kita sendiri untuk menerima berkat-berkat itu.  Ketika bejana-bejana milik janda yang kita baca di 2 Raja-Raja 4:1-7 sudah penuh dan tidak ada lagi yang kosong, berhentilah minyak itu mengalir.  Minyak milik janda itu berhenti mengalir ketika tidak ada lagi bejana untuk menampungnya.  Sesungguhnya Tuhan selalu menyediakan segala yang kita perlukan, dan ketika kita sudah siap untuk menerima berkat yang lebih, berkat-berkat itu akan datang.  Oleh karena itu mari belajar menjadi orang yang suka memberi, bukan orang yang hanya mengharapkan untuk diberi.  "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."  (Kisah 20:35b).

     Inilah rahasia hidup diberkati!  Saat kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang-orang lain, Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita juga.  Ingin menikmati berkat Tuhan secara menyeluruh?  Berilah juga secara menyeluruh.

Tuhan memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang lain bukan untuk diri sendiri!

Faithfreedom.org

NYT > Israel

ForumKristen.com - Komunitas Kristen Terbesar di Internet